Apa yang harus disiapkan untuk orang yang ingin belajar TOEFL/IELTS untuk pemula?

Tidak ada.

Tidak ada sesuatu yang dikerjakan dalam sekejap/gegabah akan menghasilkan outcome yang brilian.

“The more you learn, the more you earn.”

Saya ceritakan pengalaman pribadi saya saja ya.


Saya belajar IELTS hanya sebulan. Terserahlah Anda menganggap sebulan itu jangka waktu yang singkat atau lama. Tetapi bagi saya, sebulan itu singkat. Namun juga tidak singkat-singkat banget.

Saya memang pernah mengikuti les untuk persiapan IELTS. Tetapi entah mengapa ilmunya tidak banyak yang masuk ke otak saya. Saya lebih banyak menyerap ilmu dan trik tentang IELTS saat saya belajar secara otodidak.

Kenapa saya berani banget belajar IELTS hanya sebulan? Karena saya tidak perlu belajar keras untuk bagian reading dan listening.

Saya membaca buku-buku berbahasa Inggris. Fiksi dan non-fiksi. Jarang saya baca buku berbahasa Indonesia. Kebiasaan saya ini sangat membantu saya untuk dalam tes IELTS bagian reading.

Selain itu, saya juga suka menonton video dokumenter berbahasa Inggris. Itu berarti kemampuan listening saya sudah cukup terlatih bukan? Lagipula, ternyata tes listening-nya tidak susah susah amat.

Anda bisa belajar singkat, kalau Anda sudah punya bekal berbahasa Inggris yang baik dan benar. Jadi Anda tidak perlu fokus untuk belajar semuanya! Anda hanya harus menempa bagian-bagian yang Anda prediksi sulit. Atau kemampuan Anda terbatas disitu!

Saya menjalani tes speaking lumayan lancar. Walaupun saya orangnya agak budeg sih. Suka salah menangkap pertanyaan yang diajukan; sampai kadang saya meminta agar soalnya diulang.

Di sisi lain, saya merasa sangat kesulitan di bagian writing. Jujur kemampuan writing saya memang tidak bagus. Ditambah saya harus belajar mengenai grafik (chart). Diagram sih oke, tetapi kalau grafik saya angkat tangan deh. Jadi saya bener-bener meluangkan banyak waktu untuk belajar tentang itu.

Dan setelah belajar hanya sebulan pun, saya masih merasa kurang maksimal. Memang hasilnya diluar dugaan, tetapi saya berharap lebih baik dari itu. Saya belajar tiap hari soalnya! Saya jadikan belajar tentang IELTS sebagai rutinitas di bulan itu. Muak? BA to the NGET!! Parah.

Jadi, tanya dulu pada diri Anda sendiri.

“Apakah saya merasa kesulitan di semua section? Atau hanya section tertentu yang menjadi kelemahan saya?”

Kalau Anda merasa kesulitan di semua section dan ingin belajar kilat selama dua minggu, saya sumbang ketawa saja ya. Kita ini bukan native, tentulah usaha kita untuk belajar IELTS harus lebih banyak dan lebih serius dibanding mereka.

Jangan nanti Anda menyesal, tes IELTS itu mahal loh. Mau mengulang sampai dua kali? Mending uangnya Anda belikan tiket pesawat untuk liburan ke Bali dah.

Kiss and hugs!

Sumber :

Curahan hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.