Apakah ciri-ciri tawaran interview pekerjaan yang merupakan penipuan (scam)?

Pagi kemarin sewaktu saya meeting dengan team recruitment, salah satu recruiter saya menceritakan bahwa ada kandidat interview dia yang telah ditipu oleh PT Abal-Abal di daerah Jaktim dan Jakbar. Sampai akhirnya, karena mungkin tidak tega dan empati, Recruiter saya memberikan uang saku kepada kandidat untuk sekedar transportasi dan makan. Kandidat tertipu dua kali total 2,5 juta dengan alasan administrasi dan uang pangkal.

Pakai Logikamu.

Kami, HR, tahu bahwa mencari kerja amatlah sulit dan menantang saat ini namun alangkah lebih baik jika kamu juga memakai logika dalam memutuskan ketika memberikan uang dengan alasan apapun keperusahaan tertentu. Ingat, tidak ada satupun perusahaan yang meminta uang dari kandidat baik untuk alasan administrasi, Medical Check Up, uang travel atau uang jaminan. Perekrutan di perusahaan yang telah besar dan kredibel semua gratis dan tanpa biaya sepeserpun, justru perusahaan yang akan membayar kamu.

Bagaimana jika Perusahaan meminta uang dengan alasan nanti direimburse oleh Perusahaan?

Modus ini termasuk penipuan dan sangat marak. Sekali lagi, perusahaan tidak pernah meminta kandidat membayar sendiri biaya-biaya tertentu. Alasan reimbursement itu hanya akal-akalan oknum nakal.

Bagaimana jika ada yang mengaku orang dalam dan menjamin masuk keperusahaan tertentu dengan imbalan uang?

Praktik ini sangat marak terjadi untuk pekerja/karyawan pabrik atau perekrutan kandidat dalam jumlah besar. Saya tidak bisa mengatakan ini penipuan atau bukan mengingat terkadang memang ada oknum ‘orang dalam’ yang mematok rupiah untuk merekrut kandidat dalam jumlah besar. kuncinya hati-hati, bisa jadi kamu tertipu.

Kuncinya, Perusahaan yang sudah besar, kredibel dan bonafide tidakada yang mematok rupiah untuk perekrutan. Semua berdasarkan skills dan kompetensi yang kamu miliki.

Selama saya bekerja di berbagai perusahaan multinasional, tidak ada istilah ‘orang dalam’, yang ada istilah ‘referensi’. Bedakan dua kata tersebut. Bahasa referensi itu merujuk pada seorang karyawan yang mereferensikan nama seseorang atau memberikan CV ke HR, tetap mengikuti prosedur normal dan tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk menerima kandidat, bisa ditolak. Tidak ada namanya ‘titipan’.

Nah, sekarang, apa, sih ciri-ciri perusahaan bodong alias abal-abal?

  1. Alamat perusahaan tidak jelas (bisa masuk gang, terpencil, terisolir, etc)
  2. Nomor telepon hanya memakai nomor HP, tidak ada nomor pesawat telepon resmi
  3. Cek nomor di Get Contact atau aplikasi pencari identitas lain dan kamu menemukan mayoritas nomor tersebut memiliki tag buruk atau penipuan
  4. Tidak memiliki website resmi perusahaan
  5. Proses perekrutan yang tidak profesional. Satu kali interview singkat dan tidak sesuai prosedur namun langsung diterima dan dijanjikan tanggal kerja.
  6. Nama perusahaan tidak terdaftar di Ditjen Hukum dan Ham RI. kamu dapat mengunjungi websitu DITJEN AHU ONLINE
  1. untuk melihat apakah perusahaan itu terdaftar. AHU adalah sistem pelayanan publik secara daring miliki Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Pada webs itu kamu akan dengan mudah melakukan pengecekan terhadap nama perusahaan.
  2. Meminta uang dengan jumlah tertentu untuk alasan administrasi atau biaya-biaya lain. Permintaan uang didepan.
  3. Kontrak atau perjanjian kerja yang tidak jelas; Terakhir
  4. Mengatasnamakan outsourcing. Sebagai informasi, Outsourcing atau pihak penyedia jasa tenaga kerja sebenarnya tidak meminta uang sepeserpun kepada calon tenaga kerja. Provider Outsourcing itu mendapatkan uang dari fee perusahaan penempatan serta potongan fee yang diambil dari gaji pekerja. Jadi kalau ada outsourcing yang meminta uang dari kamu, harus kamu pertimbangkan lagi.

Sebenarnya banyak perusahaan abal-abal atau palsu alias scam. kalian sebagai Job seeker harus lebih jeli dalam melihat perusahaan. Jangan karena iming-iming dan berujung pada gigit jari. Pakai logika jangan mudah tergiur yang manis-manis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.