Apakah gaji 5,5 juta di umur 23 tahun masih tergolong wajar?

Itu termasuk besar Mas, saya awal kerja tahun 2013 (usia udah 25, lulusan S1 Teknik Industri, kerja di Bank Korea), dimana nilai konversi uang masih gak jauh beda sama sekarang, patokannya, ya makan paling murah masih bisa 10.000 + 5000 rupiah (Rp 15.000) (nasi, tempe, sambel, kadang pake kikil), ongkos Bekasi – Jakarta PP, 25.000 jadi sehari anggaplah 40.000.

Hari kerja rata rata ambil 21 hari kerja, jadi 21 x 40.000 = Rp 840.000

Gaji saya waktu itu cuma Rp 3.000.000 …. jadi masih ada sisa Rp 2.160.000.

Nabung 1 juta, masih sisa Rp 1.160.000 …. dengan uang sisa segini saya masih bisa beli satu setel baju celana, kadang sepatu… yang saya inginkan dan butuh…

wahh, mas masih lega bgt…. yang penting ga banyak jajan kekinian, makan di cafe, dll, nonton, jalan sana sini…kalopun mau jalan yang sifatnya rekreasi backpackingan… makannya pun kadang bawa dari rumah…

jadi kalo patokan usia 23 gaji 5.5 juta buat saya itu sih meredeka banget… hahaha….

Menurut saya, faktor yang cukup berpengaruh untuk menggolongkan gaji (selain umur) adalah pendidikan. Apakah anda merupakan lulusan S1? Atau D3? Biasanya lulusan S1 memiliki peluang lebih untuk memperoleh lowongan dengan gaji yang lebih tinggi, dan gaji anda pun sudah termasuk kategori rata-rata untuk lulusan S1 🙂

Selain itu yang lebih penting juga adalah cara anda mengelola keuangan anda. Saya bekerja di suatu BUMN dengan rata-rata gaji tahunan sekitar 2 digit, dan cukup kerap saya melihat rekan-rekan saya terlibat hutang pinjaman online, dll. Sebaiknya persentase pagu untuk masing-masing pos pengeluaran ditentukan sebelum anda menerima gaji. Pengelolaan keuangan yang baik sangat berpengaruh kepada kualitas hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.