Mengapa Pertamax konsumsinya lebih irit dibanding Pertalite?

Pertamax tidak bisa lebih irit dibanding Pertalite. Yang betul, Pertalite lebih boros dari Pertamax.

Kedua istilah ini berbeda, karena bagi mobil yang mesinnya cukup memakai Pertalite, tidak akan semakin irit ketika memakai Pertamax.

Sebaliknya mobil yang seharusnya pakai Pertamax, jadi lebih boros ketika diganti dengan Pertalite yang oktannya lebih rendah.

Meski kelihatannya instan, bahan bakar harus dibakar beberapa milisecond dengan busi sebelum piston mencapai titik teratas (TDC/top dead center), fungsinya supaya ketika bahan bakar terbakar dan mengeluarkan tenaga, seluruh tenaganya digunakan untuk mendorong piston ke bawah.

Pada kasus Pertalite yang bahan bakarnya lebih cepat terbakar, timing pengapian dimundurkan supaya piston tidak rusak.

Masalahnya ketika pengapian dimundurkan, bensin baru terbakar setelah piston mulai bergerak turun.. yang artinya tenaga awal untuk menurunkan piston didapat dari sisa-sisa pembakaran silinder lain..

Ketika pengapian dimundurkan, bensin sudah habis terbakar sebelum piston turun sepenuhnya, yang berarti tenaga yang dihasilkan mesin tidak cukup untuk mendorong piston turun sebelum silinder lain melakukan pembakaran. Makanya mesin dengan kompresi rasio tinggi, butuh oktan tinggi juga. Karena bensin dengan oktan rendah sudah habis terbakar duluan sebelum piston turun sepenuhnya, kecuali debit bensinnya dinaikkan..

Otomatis tenaga tidak tersalurkan ke roda.. Karena diserap silinder yang lainnya.. Makanya kendaraan yang pakai oktan rendah pasti responsnya lebih lambat. Kaki jadi sering menekan pedal gas.

“Bang, bisa gak timing pengapiannya dibuat pas untuk oktan rendah biar terbakar saat TDC?”

Bisa banget, tapi kembali lagi, ketika kamu majuin pengapian, BBMnya sudah habis terbakar sebelum piston turun sepenuhnya.. Akhirnya supaya pas, debit bahan bakar diperbanyak.

Hasilnya mobil anda boros, emisinya jelek, karena komposisi air fuel rasionya jadi rich. Ruang bakar jadi kotor. Catalytic converter buntu.

Sebaliknya, bagi motor yang berpendingin udara, ketika memakai BBM oktan tinggi, bahan bakar yang disemprotkan kedalam silinder jadi lebih sedikit, hasilnya mesin terasa lebih panas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.