Apa pengaruhnya kalau kita sering gonta ganti BBM mobil dengan Pertalite dan Pertamax?

Pertalite dan Pertamax memiliki nilai oktan yang berbeda. Oktan Pertalite adalah 90 sehingga tepat digunakan mobil dengan kompresi mesin 9:1 hingga 10:1. Sementara itu, Pertamax memiliki oktan 92 dan sangat direkomendasikan untuk mobil yang memiliki kompresi mesin 10:1 hingga 11:1. Pertamax juga cocok jika mobil anda menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Bagaimana mencari tahu nilai oktan yang cocok dengan kendaraan anda? Buka manual book karena di sana dijelaskan oktan yang cocok bagi mobil anda soal harus minum Pertalite atau Pertamax. Sebagai contoh mobil saya, Mercedes-Benz W202, yang ketentuan oktannya minimum 91. Jadi sebenarnya kurang cocok minum Pertalite meski kompresi mesinnya dapat meminum bensin itu.

Adanya nilai oktan ini digunakan untuk mengukur kualitas bahan bakar. Hal itu karena semakin tinggi nilai oktan, maka semakin baik pula kemampuan bahan bakar mengatasi ketukan (knocking) pada mesin. Jika anda terus membiarkan mesin mobil mengalami knocking maka akibatnya akan membuat mesin jadi cepat rusak dan performanya juga menurun. Jika anda sering gonta-ganti Pertalite dan Pertamax, maka sebagaimana yang telah dijelaskan kak Gondo Maruto, mesin kendaraan anda akan jadi bingung. Hal itu karena setiap jenis bahan bakar memiliki tingkat kompresinya sendiri. Gonta-ganti bbm jelas akan berdampak buruk bagi mesin mobil anda.

Harus anda pahami juga bahwa semua jenis bbm memiliki campuran senyawa olefin, benzena, serta zat aditif, hingga kandungan deterjen yang berbeda satu sama lain. Beragam campuran senyawa ini memberikan efek yang berbeda terhadap performa dan ciri khas mesin. Jika mobil anda memiliki syarat minum bbm RON 92 tetapi anda sendiri minum RON 90 bahkan 88 alias Premium, maka hal demikian justru dalam jangka panjang akan merusak mesin. Performa mesin juga turun karena terjadi penumpukan kerak yang lebih banyak di ruang bakar saat sering mengganti jenis BBM. Hasilnya konsumsi BBM bisa lebih boros lantaran banyak bahan kabar yang terbuang percuma karena tidak sesuai dengan spesifikasi mesin. Selain itu, kadar emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.