Bagaimana kehidupan di dalam penjara?

Saya pernah menjalani masa tahanan selama beberapa bulan di lapas bengkalis 6,6 tahun waktu tahun 2015 umur saya masih 18 tahun berhubungan intim dengan anak 16 tahun yang masih dibawah umur saya keluar penjara tahun 2020 karena pembebasan bersyarat covid . Tidak lama, pengalaman yang sangat membekas dan membentuk karakter saya, mungkin lebih baik walaupun masih dipandang sebelah mata tetapi saya berusaha menjadi yanh terbaik.

Berikut beberapa cerita yang saya alami

Kekerasan fisik

Masuk sel tahanan, langsung dapat tamparan perkenalan dari semua kawan satu ruang. 48 orang, 48 tamparan. Ada yg malu malu, ada yang bergairah sekali menampar. Tradisi katanya. Biar cepat akrab. Waktu selanjutnya saya sudah jadi peserta penyambutan tahanan baru, ikut merasakan pipi pipi itu he he he..

Tahanan baru juga akan di ajak kenalan sama penjaga juga sipir muda yang tidak tahu kenapa, hobbynya hang out dekat ruang tahanan. Dikenalkan ke saya pukulan gaya kupu kupu, dari balik jeruji mereka minta minta saya mendekat, dan dengan dua tangan terbuka menampar berbarengan kedua sisi muka kita, seperti kepakan kupu kupu. Panas di muka, sakit di kuping.

Habis itu diajak olahraga bersama, kita yang melakukan mereka yang menilai. disuruh push up 50 kali,squat jump 100 kali. Kawan sesama tahanan yang menghitung bersama dengan kompak. Mereka melihat sambil merokok dari balik jeruji. Ketika sudah berakhir, kawan kawan tetap kompak menghitung seraya memberi kode saya buat berhenti push up, disuruh nanyi indonesia raya kalau tidak bisa bakalan disiksa, untuk kasus pemerkosaan seperti saya bakalan disikda napi lain di sel saya dipukuli pertama kali masuk sel karna tau kasus pencabulan saya lebam², setelah itu palkam minta duit jika tidak bakalan tidur ditempat yg tak layak khusus buang hajat pakai kresek atau botol biasanya di bawah dan membagi makanan.

Saya sebagai tahanan perkosaan bagi sipir padahal saya melakukan hubungan intim dgn anak dibawah umur suka ama suka masuk malam, pipi saya bempuk waktu tamparan penyambutan. Jam 1an malam, saya dibawa ke kamar mandi oleh penjaga diborgol. Jaraknya sekitar 20 meter dr kamar. Bag bug byur nya terdengar. Sekitar setengah jam. Dibalikin ke kamar saya sudah tidur basah.

Setiap pagi dan sore napi disuruh senam tidak memakai baju di panas terik dan mendengar instruksi kalapas biasanya napi keluar sel hanya 8 jam dari jam 07.00–15.00 dan kadang jam 17.00 keluar lagi untuk senam.

3 kali sehari, nasi sayur sop lauk tempe atau tahu. Rasanya agak hambar. Hari rabu dapat tambahan telor asin separuh.

Kunjungan besuk 2 hari seminggu, senin dan kamis. Boleh dibawakan makanan. Bisa berbagi dengan teman yang lain.

Sebenarnya kita bisa makan apa saja, minum apa saja yang kita mau. Bahkan minuman beralkohol. Asal ada uang.

Ruang tahanan biasa ada 48 orang. Sangat padat. Ada level/dipan kayu bertingkat dan beberapa sel batman seperti ayunan yang memenuhi separuh ruangan tetapi di sel saya memakai dipan kayu. Sebagian kami tidur diatas dipan, sebagian di lantai tanpa alas. Berbantal botol aqua atau tangan saya tidur di lantai bawah pakai botol aqua.

Di pojok dekat pintu ada beberapa botol, buat kencing. Masing masing tahanan hapal yang mana botolnya. Dibawa untuk dibuang ke kamar mandi sesuai jadwal. Suatu malam sesudah besuk, ada kawan yang over makan. Diare. Teriak memelas ke penjaga minta tolong diijinkan ke kamar mandi. jawabannya simple, “Kresek..!!”. Kawan yang naas itu akhirnya menunaikan hajatnya ke dalam tas plastik/kresek di pojok kamar, di tempat botol pipis dekat pintu, di kamar 3×5 meter, bersama 10 orang kami, melihat, menutup hidup. Luar biasa. Biasanya kamar yang bayarnya mahal ada wc di dalamnya

Kondisi kamar mandi kotor. Jamban sangat bau pesing. Ada 2 bak mandi 3 jamban jongkok. Kalau jadwal mandi diadakan undian ke semua ruang tahanan, ruang mana yang dapat jadwal mandi duluan. Yang dapat jadwal terakhir bisa bisa gak kebagian air, atau terpaksa mandi dengan air kotor sedalam 10 centi mandi biasanya 1x sehari.

Mandinya bersama, waktunya mepet. 50an orang lepas baju telanjang, saling menempel berkerumun dekat ke bak mandi. Yang paling dekat bak bertugas memainkan gayung menyiram semua orang. Kompak, lucu kalo dikenang. Gak minat mengulangi lagi.

Razia lapas biasanya dilakukan mendadak biasanya malam kalau di lapas baju napi dipaksa dibuka, tangan diborgol ini hanya untuk napi laki² napi wanita hanya disuruh keluar sel.

Sisi remang di lapas sebenarnya, banyak orang yang tahu apalgi lapas pria yang kehidupan sangat keras apalagi dengan kasus seperti saya. Menurut pendapat pribadi saya , harusnya memang seperti itu, biar yang mengalami tidak mau kembali lagi. Jangan sampe terlalu nyaman hidup di dalam penjara, apalagi kalo lebih nyaman dari kehidupan di luar sehari hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.