Seberapa besar risiko menggunakan pinjaman online sebagai modal usaha?

Sangat risiko. Apalagi jika untuk usaha yang baru dirintis. Karena cicilan pinjaman online memiliki tenor yang pendek dan tetap, sedangkan usaha bergantung dengan penjualan yang tidak pasti. Kecuali jika kondisi usaha kamu yakin untuk bisa membayar angsurannya.

Sejak H-3 jatuh tempo kamu akan selalu diteror untuk segera melunasi. Sekalipun pinjol legal mereka tidak segan menghubungi kontak darurat kamu dan mengunjungi alamat tinggal atau kerja kamu.

Bagi UMKM, pemerintah sudah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga hanya 6% per tahun dengan tenor panjang hingga 5 tahun. Dibandingkan pinjol bunganya sangat tinggi hingga 100% per tahun dengan tenor pendek paling lama 6–12 bulan.

Menggunakan uang pinjaman online sebagai modal usaha , sangat tinggi resikonya karena kalau usahanya tidak berhasil alias bangkrut , maka uang untuk mengembalikan sebagai pembayaran tidak ada .Akhirnya menjadi kredit macet. Nah kalau sudah menjadi kredit macet, para debt-collectornya cara menagihnya menggunakan cara cara yang tidak sopan , tidak pakai etika dan kasar kasar peri laku serta ucapannya.

Sedapat mungkin jangan menggunakan uang dari hasil pinjaman online , karena akan mengalami kesusahan yang berkepanjangan kalau berurusan dengan para penagihnya. Lebih baik pinjam ke bank yang resmi saja kalau anda mau usaha dam mempunyai barang jaminan.

NO!!! Soal beginian, saya adalah orang yang paling bilang TIDAK. Lebih baik pakai uang “dingin” yang memang sengaja dianggarkan untuk mulai jualan. Jangan pernah ada hutang diantara niat baik kita untuk memulai usaha. Kalau memang belum ada dana seperak pun, sabar aja dulu, nabung aja dulu. Tidak ada usaha yang berhasil kalau riba ikut campur. Pengalaman pribadi saya, dan kapok seumur hidup 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published.