12 Keuntungan investasi di reksadana dan saham bagi pemula dan kaum millennial

Reksadana dan memang menjadi salah satu instrumen investasi yang menurut gue mampu memberikan return yang lebih besar ketimbang deposito. Karena menurut gue persentase return nya itu lebih dinamis di reksadana ketimbang di deposito. Namun kali ini gue gak ngebahas deposito, melainkan reksadana dan saham, mana sih yang lebih menguntungkan?

Reksadana apa sih? Gampangnya gini, reksa dana itu kayak kita menitipkan dana kita ke penyedia reksadana yang kemudian di kelola sama mereka untuk di investasikan ke racikan portofolio investasi mereka. Jadi si reksadana yang memanage uang kita.

Sedangkan saham, semua pengambilan keputusan itu ada di tangan kita. Pengambilan keputusan saham apa yang mau kita beli, pengambilan keputusan saham apa yang mau kita jual karena sudah gak sesuai harapan dan keputusan lainya.

Namun reksadana dan saham tetap memberikan keuntungan ke kita sebagai investor, di antaranya

  • Memberikan return yang lebih besar ketimbang di deposito

Sebelum kenal saham dan reksadana, dulu gue investasi di deposito dengan return 5.5% per tahun. Waktu itu menurut gue udah gede banget karena gu bandinginya dengan tabungan. Namun setelah kenal saham, 5.5% itu bisa di dapet dalam waktu sehari. Gue jadi merasa bodoh banget dulu.

  • Tidak perlu ribet dalam hal pengelolaan

Ketika gue memilih reksadana atau saham, sebenernya informasinya udah ada semua. Jadi kita tinggal milih racikan seperti apa yang menurut kita bagus atau saham-saham apa yang menurut kita memberikan potensi yang lebih terhadap dana yang kita berikan.

  • Bisa di tarik sewaktu-waktu

Menurut bapak gue, investasi itu paling bagus di tanah, karena menurut bapak gue harga tanah gak akan turun. Ya bener sih emang, cuma yang jadi masalahnya itu kan misal kita butuh uang buat pacaran, masa iya kita jual tanah? Kan gak keren banget. Atau misalnya pas kita butuh dana gede dan kita jual tanah, kan lakunya gak dalah hitungan hari juga. Sedangkan di saham, penarikan dananya itu biasanya gak sampai sehari udah masuk rekening. Cepet kan?

  • Mudah banget daftarnya

Kalo gak salah 2 atau 3 tahun yang lalu gue pernah nyoba bikin sekuritas, tapi karena di kota gue gak bisa dan cuma bisa di kota besar, jadi gue belum sempet bikin. Nah akhirnya temen gue pergi dong ke Jogja buat bikin. Terus gue tanya “eh gimana sih bikin nya dan apa aja syaratnya?”, terus temen gue jawab, “apaan orang bikin online juga bisa, ngapain gue pergi jauh jauh ke jogja kemare?”, hahaha..akhirnya gue bikin online, 3 hari kelar.

  • Tidak perlu cemas dengan investasinya

Jadi di saham gue pernah minus 100an juta, nah dulu gue beli saham bluechip sebenernya. Cuma karena itu pertama kalinya gue minus gede jadi mental gue kena nih haha..makan gak enak, mau ngapa-ngapain males, kepikiran terus, pokoknya gak enak deh. Akhirnya gue sok sok an bodo amat, walopun kepikiran juga. Dari yang awalnya minus 100an juta, sampai akhirnya balik lagi bahkan sampai profit 80jt. Hidup kembali indah. Tapi bukanya gue take profit malah dibiarin, terus mikir “masih bisa naik lagi nih”, bukanya naik malah balik minus lagi 100jt. Kamprettt. Nah dari sini terus gue berpikir..berapapun minus gue, ntar juga balik lagi. Toh saham yang gue beli juga bagus semua. Hehe

  • Bisa mendapatkan dividen

Sebagai pemilik perusahaan, walopun porsinya gak seberapa, tapi kita tetep akan mendapatkan dividen. Jadi dividen itu hasil keuntungan dari perusahaan. Nah dividen itu dibagi berdasakan presentase kepemilikan saham kita. Jadi selain bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga sahamnya, kita juga bisa dapet keuntungan dari pembagian dividen perusahaan.

  • Pengelolaan dananya jelas

Kebanyakan sekarang bank itu bisa buka rekening sekuritas dan reksadana, walaupun gak semuanya.. Jadi selain kita yang mengelola dananya, perusahaan yang kita tunjuk juga bukan perusahaan ecek ecek. Ya kecuali emang milihnya perusahaan ecek ecek. 

  • Tingkat resikonya minim

Menurut gue resiko yang ada dalam instrumen investasi itu gak semua sama. Gak ada investasi yang aman, tapi kita bisa meminimalisir resiko yang ada. Cuma biasanya high risk hight return. Maksudnya gimana, resiko itu berbanding lurus dengan return yang di dapat. Jadi semakin beresiko, semakin gede pula hasil yang di dapat. Tinggal kita mau milih resiko yang mana. Kalo antara saham dan reksadana, menurut gue memang lebih beresiko di saham, namun hasil yang didapat menurut gue juga jauh lebih besar ketimbang di reksadana. Jadi menurut lo mending investasi di saham atau reksadana?

  • Biaya atau fee yang dikeluarkan minim

Biasanya yang berhubungan kayak gini tetep ada fee atau bayanya, cuma untuk reksa dana dan saham itu gak terlalu gede. Misalnya saja untuk saham, fee nya masih dibawah 0,5% untuk tiap transaksinya. Jadi kalo misal beli saham terus di diemin selama 10 tahun, fee nya itu cuma ketika pas tahun beli, dan fee pas jual di tahun ke 10. Gak seberapa sih menurut gue.

  • Sudah termasuk pajak, jadi tidak perlu bayar pajak lagi

Menurut gue pemain saham entah investor entah trader itu orang yang paling taat bayar pajak, karena tiap kita transaksi udah otomatis kepotong pajaknya. Jadi gak perlu bayar lagi, paling cuma laporan SPT tiap tahun.

  • Pencairan dana cepat

Nah gue punya pengalaman, gue kira duit bisa di transfer ke rekening kayak transfer ke rekening biasa, ternyata enggak. Karena mungkin butuh waktu buat verifikasi atau apa gue juga gak tau jadi memang masuk rekeningnya agak lama. Tapi tenang, durasinya gak sampai berhari-hari kok, masih di hari yang sama. Jadi menurut gue itu termasuk cepet.

  • Keleluasaan memilih saham

Di reksadana dan saham, kita bisa bebas memilih mau investasi di perusahaan mana, dan daftarnya ada ribuan perusahaan yang bisa kita investasikan. Begitu juga dengan reksadana, kita bisa memilih racikan portofolio penyedia reksadananya. Enak deh pokoknya.

Kurang lebih itu aja yang bisa gue informasikan mengenai 12 keuntungan investasi di reksadana dan saham. Pada dasarnya apapun instrumen investasinya pasti ada resikonya, selama kita tahu dan bisa mengukur potensi resikonya harusnya mental kita aman karena sudah tau resiko apa yang akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.